<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mencari Senyum</title>
	<atom:link href="http://ibtasim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ibtasim.wordpress.com</link>
	<description>Everyone needs a smile!!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2009 23:23:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ibtasim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mencari Senyum</title>
		<link>http://ibtasim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ibtasim.wordpress.com/osd.xml" title="Mencari Senyum" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ibtasim.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cahaya Senyum</title>
		<link>http://ibtasim.wordpress.com/2009/05/25/cahaya-senyum/</link>
		<comments>http://ibtasim.wordpress.com/2009/05/25/cahaya-senyum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 23:23:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibtasim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibtasim.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Menjelajahi kampus dengan segenap warna yang tampak pada rambut dan wajah penghuni kampus,&#160; selalu saja mengundang indra penglihatan dan indra penciumanku beringas dan memaki sembarangan. Karena disamping warna rambut yang dipaksakan dengan warna yang saling bertabrakan dengan warna yang sama sekali tidak menampakkan keselarasan, Juga warna wajah yang tidak kalah noraknya dilukis serampangan, alis yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibtasim.wordpress.com&amp;blog=3145814&amp;post=12&amp;subd=ibtasim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelajahi kampus dengan segenap warna yang tampak pada rambut dan wajah penghuni kampus,&nbsp; selalu saja mengundang indra penglihatan dan indra penciumanku beringas dan memaki sembarangan. Karena disamping warna rambut yang dipaksakan dengan warna yang saling bertabrakan dengan warna yang sama sekali tidak menampakkan keselarasan, Juga warna wajah yang tidak kalah noraknya dilukis serampangan, alis yang sudah Allah ciptakan dengan <i>ahsani taqwim </i>terpaksa tunduk dan membiarkan sang empunya alis memangkasnya dan menggantikannya dengan goresan pena yang dianggapnya akan menampakkan rupa yang sempurna. Belum lagi aroma parfum yang selalu membuat isi perutku berontak minta dikeluarkan. Tidak tahukah mereka, kalau mereka telah menipu diri mereka sendiri dan juga menipu orang lain??</p>
<p>Kecantikan yang mereka agungkan, penampilan yang mereka prioritaskan, terasa sangat berbeda dengan penampilan sederhana yang melekat pada diri para <i>&#8216;amilaat</i> (<i>tukang bersih-bersih</i>) kampus.&nbsp; Kegerahan dan keberingasan indraku itu dapat disegarkan kembali dan diajak tenang dengan sapaan salam dan senyum mereka (&#8216;amilaat). Mereka senantiasa siap dengan ketulusannya membagi salam dan senyumnya bagi siapapun yang mereka temui, walau itu belum mereka kenal sekalipun.</p>
<p>Salam dan senyum tulus&nbsp; para <i>&#8216;amilaat</i> itulah yang masih menyisakan harapan, semoga mereka yang meletakkan kecantikan dan penampilan lahiriyah &#8211; sebagai yang utama bagi hiasan dirinya- itu kemudian dapat luruh dalam dekapan cahaya yang terpancar dari ketulusan senyum tulus&nbsp; muka-muka sederhana yang penuh cahaya itu..:)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibtasim.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibtasim.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibtasim.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibtasim.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibtasim.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibtasim.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibtasim.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibtasim.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibtasim.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibtasim.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibtasim.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibtasim.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibtasim.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibtasim.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibtasim.wordpress.com&amp;blog=3145814&amp;post=12&amp;subd=ibtasim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibtasim.wordpress.com/2009/05/25/cahaya-senyum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f5e7f1eb507ae66604544cb3e844802?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibtasim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang tertunda</title>
		<link>http://ibtasim.wordpress.com/2008/03/27/yang-tertunda/</link>
		<comments>http://ibtasim.wordpress.com/2008/03/27/yang-tertunda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 11:36:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibtasim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibtasim.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari nanti saya berharap Allah beri saya kesempatan belajar merapikan tumpukan dokumen yang sudah mulai menggunung tidak terurus. Entah mengapa selalu saja ada dalih untuk tidak memulainya, padahal kesempatan itu selalu saya sadari keberadaannya. Realitas kebingungan mendefinisikan diri sebagai diri apa adanya lah yang menjadikanku selalu bingung menentukan prioritas penyelesaian. Tidak banyak yang dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibtasim.wordpress.com&amp;blog=3145814&amp;post=4&amp;subd=ibtasim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>    Suatu hari nanti saya berharap Allah beri saya kesempatan belajar merapikan tumpukan dokumen yang sudah mulai menggunung tidak terurus. Entah mengapa selalu saja  ada dalih untuk tidak memulainya, padahal kesempatan itu selalu saya sadari keberadaannya.</p>
<p>Realitas kebingungan mendefinisikan diri sebagai diri apa adanya lah yang menjadikanku selalu bingung menentukan prioritas penyelesaian. Tidak banyak yang dapat aku lakukan untuk menerapi semuanya menjadi sesuatu yang dapat aku lakukan dengan penikmatan yang bermakna syukur. Yang pasti aku akan berupaya segenap ingatan yang masih tersisa memaksimalkan yang sementara dapat aku rapikan.</p>
<p>Sebetulnya dan selalu aku sadari bahwa semuanya dapat dilakukan sesuai yang diharapkan kalau saja aku tidak selalu  ingin serba cepat melihat hasilnya.<i> So, belajarlah menikmati dan menemukan cara terbaik dan dewasa merapikan sekian kehidupan yang berlalu tanpa secuil maknapun kau ikat</i>, begitulah selalu kubergumam mengingatkan diri.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ibtasim.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ibtasim.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibtasim.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibtasim.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibtasim.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibtasim.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibtasim.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibtasim.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibtasim.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibtasim.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibtasim.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibtasim.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibtasim.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibtasim.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibtasim.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibtasim.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibtasim.wordpress.com&amp;blog=3145814&amp;post=4&amp;subd=ibtasim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibtasim.wordpress.com/2008/03/27/yang-tertunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f5e7f1eb507ae66604544cb3e844802?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibtasim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senyum</title>
		<link>http://ibtasim.wordpress.com/2008/03/13/senyum/</link>
		<comments>http://ibtasim.wordpress.com/2008/03/13/senyum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 06:25:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibtasim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibtasim.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Senyum rupanya yang menjadikanku banyak belajar memandang kehidupan dengan segenap warna dan bentuknya. Dari yang mulai bagaimana memandang sesuatu yang menyesakkan hingga yang menggembirakan. Senyum telah menemukan caranya bagaimana menjadikanku menerima apa adanya diri dan orang-orang di sekelilingku. Saudara sekaligus temanku Ani adalah inspirasi yang tiada terlupakan, senyum khasnya sempat menyapa hari-hariku. Hingga senyum itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibtasim.wordpress.com&amp;blog=3145814&amp;post=3&amp;subd=ibtasim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>    Senyum rupanya yang menjadikanku banyak belajar memandang kehidupan dengan segenap warna dan bentuknya. Dari yang mulai bagaimana memandang sesuatu yang menyesakkan hingga yang menggembirakan. Senyum telah menemukan caranya bagaimana menjadikanku menerima apa adanya diri dan orang-orang di sekelilingku.</p>
<p>Saudara sekaligus temanku Ani adalah inspirasi yang tiada terlupakan, senyum khasnya sempat menyapa hari-hariku. Hingga senyum itu pulalah yang ikut menyertai pertemuannya dengan Tuhannya.</p>
<p>&#8220;<i>Ibt, tetaplah tersenyum ya..:-)&#8230;&#8221; </i>Begitu selalu mengingatkaku.</p>
<p align="center">***</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ibtasim.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ibtasim.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibtasim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibtasim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibtasim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibtasim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibtasim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibtasim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibtasim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibtasim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibtasim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibtasim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibtasim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibtasim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibtasim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibtasim.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibtasim.wordpress.com&amp;blog=3145814&amp;post=3&amp;subd=ibtasim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibtasim.wordpress.com/2008/03/13/senyum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f5e7f1eb507ae66604544cb3e844802?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibtasim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tersenyumlah!</title>
		<link>http://ibtasim.wordpress.com/2008/03/13/hello-world/</link>
		<comments>http://ibtasim.wordpress.com/2008/03/13/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 05:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibtasim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Tertawa yang wajar itu laksana &#8216;balsem&#8217; bagi kegalauan dan &#8216;salep&#8217; bagi kesedihan. Pengaruhnya sangat kuat sekali untuk membuat jiwa bergembira dan hati berbahagia. Bahkan, karena itu Abu Darda&#8217; sempat berkata, &#8220;Sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku. Dan Rasulullah s.a.w. sendiri sesekali tertawa hingga tampak gerahamnya. Begitulah tertawanya orang-orang yang berakal dan mengerti tentang penyakit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibtasim.wordpress.com&amp;blog=3145814&amp;post=1&amp;subd=ibtasim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tertawa yang wajar itu laksana &#8216;balsem&#8217; bagi kegalauan dan &#8216;salep&#8217; bagi kesedihan. Pengaruhnya sangat kuat sekali untuk membuat jiwa bergembira dan hati berbahagia. Bahkan, karena itu Abu Darda&#8217; sempat berkata, &#8220;Sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku. Dan Rasulullah s.a.w. sendiri sesekali tertawa hingga tampak gerahamnya. Begitulah tertawanya orang-orang yang berakal dan mengerti tentang penyakit jiwa serta pengobatannya.&#8221;</p>
<p>Dalam kitab &#8220;Harim&#8221;, Zuher bersyair, kau melihatnya senantiasa gembira saat kau datang, seolah engkau memberinya apa yang engkau minta padanya. Pada dasarnya, Islam sendiri dibangun atas dasar prinsip prinsip keseimbangan dan kemoderatan, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak maupun tingkah laku. Maka dari itu, Islam tak mengenal kemuraman yang menakutkan, dan tertawa lepas yang tak berarturan. Akan tetapi sebaliknya, Islam senantiasa mengajarkan kesungguhan yang penuh wibawa dan ringan langkah yang terarah.</p>
<p>Andai saja saya disuruh memilih antara harta yang banyak atau kedudukan yang tinggi dengan jiwa yang tenteram damai dan selalu tersenyum, pastilah aku memilih yang kedua. Sebab, apa artinya harta yang banyak bila wajah selalu cemberut? Apa artinya kedudukan bila jiwa selalu cemas? Apa artinya semua yang ada di dunia ini, bila perasaan selalu sedih seperti orang yang usai mengantar jenazah kekasihnya? Apa arti kecantikan seorang isteri jika selalu cemberut dan hanya membuat rumah tangga menjadi neraka saja? Tentu saja, seorang isteri yang tidak terlalu cantik akan seribu kali lebih baik jika dapat menjadikan rumah tangga senantiasa laksana surga yang menyejukkan setiap saat.</p>
<p>Senyuman tak akan ada harganya bila tidak terbit dari hati yang tulus dan tabiat dasar seorang manusia. Setiap bunga tersenyum, hutan tersenyum, sungai dan laut juga tersenyum. Langit, bintang-gemintang dan burungburung, semuanya tersenyum. Dan manusia, sesuai watak dasarnya adalah makhluk yang suka tersenyum. Itu bila dalam dirinya tidak bercokol penyakit tamak, jahat, dan egoisme yang selalu membuat rona wajah tampak selalu kusut dan cemberut. Adapun bila ketiga hal itu meliputi seseorang, niscaya ia akan menjelma sebagai manusia yang selalu mengingkari keindahan alam semesta. Artinya, orang yang selalu bermuram durja dan pekat jiwanya tak akan pernah melihat keindahan dunia ini sedikitpun. Ia juga tak akan mampu melihat hakekat atau kebenaran dikarenakan kekotoran hatinya.</p>
<p>Tidak ada yang membuat jiwa dan wajah menjadi demikian muram selain keputusasaan. Maka, jika Anda menginginkan senyuman, tersenyumlah terlebih dahulu dan perangilah keputusasaan. Percayalah, kesempatan itu selalu terbuka, kesuksesan selalu membuka pintunya untuk Anda dan untuk siapa saja. Karena itu, biasakan pikiran Anda agar selalu menatap harapan dan kebaikan di masa yang akan datang.</p>
<p>Jika Anda meyakini diri Anda diciptakan hanya untuk meraih hal-hal yang kecil, maka Anda pun hanya akan mendapatkan yang kecil-kecil saja dalam hidup ini. Tapi sebaliknya, bila Anda yakin bahwa diri Anda diciptakan untuk menggapai hal-hal yang besar, niscaya Anda akan memiliki semangat dan tekad yang besar yang akan mampu menghancurkan semua aral dan hambatan. Dengan semangat itu pula Anda akan dapat menembus setiap tembok penghalang dan memasuki lapangan kehidupan yang sangat luas untuk suatu tujuan yang mulia.</p>
<p>Setiap kali melihat kesulitan, jiwa seseorang yang murah senyum justru akan menikmati kesulitan itu dengan memacu diri untuk mengalahkannya. Begitu ia memperlakukan suatu kesulitan; melihatnya lalu tersenyum, menyiasatinya lalu tersenyum, dan berusaha mengalahkannya lalu tersenyum. Berbeda dengan jiwa manusia yang selalu risau. Setiap kali menjumpai kesulitan, ia ingin segera meninggalkannya dan melihatnya sebagai sesuatu yang amat sangat besar dan memberatkan dirinya. Dan itulah yang acapkali menyebabkan semangat seseorang menurun dan asanya berkurang.</p>
<p>Kesulitan-kesulitan dalam kehidupan ini merupakan perkara yang nisbi. Yakni, segala sesuatu akan terasa sulit bagi jiwa yang kerdil, tapi bagi jiwa yang besar tidak ada istilah kesulitan besar. Jiwa yang besar akan semakin besar karena mampu mengatasi kesulitan-kesulitan itu. Sementara jiwa yang kecil akan semakin sakit, karena selalu menghindar dari kesulitan itu. Kesulitan itu ibarat anjing yang siap menggigit; ia akan menggonggong dan mengejar Anda bila Anda tampak ketakutan saat melihatnya. Sebaliknya, ia akan membiarkan Anda berlalu di hadapannya dengan tenang bila Anda tak menghiraukannya, atau Anda berani memelototinya.</p>
<p><strong>Diterjemahkan dari Begitulah zaman berkata DR. Aidl al Qarni</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ibtasim.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ibtasim.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibtasim.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibtasim.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibtasim.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibtasim.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibtasim.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibtasim.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibtasim.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibtasim.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibtasim.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibtasim.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibtasim.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibtasim.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibtasim.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibtasim.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibtasim.wordpress.com&amp;blog=3145814&amp;post=1&amp;subd=ibtasim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibtasim.wordpress.com/2008/03/13/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f5e7f1eb507ae66604544cb3e844802?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibtasim</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
